Panduan Praktis: Memilih Platform Internet Marketing yang Tepat

Pesatnya perkembangan teknologi informasi melahirkan beragam platform digital baru setiap tahunnya. Mulai dari media sosial, marketplace, hingga berbagai channel iklan online lainnya. Platform-platform ini dapat dimanfaatkan pelaku bisnis untuk memasarkan produk dan menjangkau lebih banyak calon konsumen dengan internet marketing.

internet marketing

Namun, dengan begitu banyaknya pilihan channel marketing online yang tersedia, tentu membingungkan untuk menentukan platform mana yang paling efektif untuk masing-masing model bisnis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai berbagai platform beserta kelebihan dan kekurangannya menjadi penting agar dapat menentukan strategi internet marketing paling tepat sasaran.

1. Memahami Tujuan Bisnis

Sebelum menentukan strategi pemasaran digital yang tepat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami dengan jelas tujuan dari bisnis yang dijalankan. Apakah hanya sebatas meningkatkan kesadaran merek atau memang ditujukan untuk meningkatkan penjualan? Platform promosi yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan sasaran utama bisnis tersebut agar upaya pemasaran dapat efektif dan tepat guna.

A. Identifikasi Tujuan Pemasaran

Sebelum menentukan platform internet marketing, Anda harus paham betul apa sebenarnya tujuan utama dari pemasaran bisnis Anda. Apakah hanya sekadar untuk brand awareness atau peningkatan penjualan? Platform yang dipilih harus searah dengan tujuan tersebut.

Contoh, jika fokus ke penjualan, maka platform e-commerce lebih tepat ketimbang konten blog. Begitu juga penentuan anggaran iklan harus disesuaikan dengan tujuan,jangkauan, dan target konversi yang hendak dicapai.

B. Customer Persona

Langkah selanjutnya, buatlah “customer persona” atau profil pelanggan yang menjadi target sasaran bisnis Anda. Hal ini penting untuk menentukan platform mana yang paling banyak diminati/digunakan oleh customer persona tersebut agar konten internet marketing  bisa maksimal menjangkau calon pembeli.

2. Analisis Kelebihan dan Kelemahan Platform

Saat ini terdapat beragam platform pemasaran digital yang dapat dimanfaatkan pelaku bisnis untuk mengembangkan usahanya. Mulai dari media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, hingga Google Ads. Masing-masing platform tentu memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pada bagian ini akan dibahas secara mendalam mengenai keuntungan dan keterbatasan dari platform-platform utama agar dapat menentukan pilihan optimasi iklan digital dengan lebih bijak.

A. Facebook Marketing

Facebook kini telah bertransformasi dari sekadar media sosial menjadi platform digital marketing kelas dunia yang super powerful. Melalui Facebook Ads Manager, para pelaku bisnis bisa membuat campaign iklan dengan target audience sangat spesifik hingga ke detil usia, lokasi, minat, dan ribuan data demographic pengguna lainnya.

Fitur hyper-targeting inilah yang menjadi keunggulan utama Facebook Ads untuk bisa menjangkau calon konsumen yang paling potensial sesuai profil customer ideal bisnis Anda. Sebagai contoh, klub sepakbola bisa set target iklan ke pria berusia 20-35 tahun yang gemar olahraga.

Selain targeting spesifik berdasarkan data pemakai, Facebook juga punya optimasi iklan otomatis lewat sistem lelang per klik untuk mendapatkan harga terendah dengan kualitas klik tertinggi. Fitur-fitur canggih inilah yang membuat Facebook menjadi mesin iklan paling powerful.

Sayangnya beberapa tahun belakangan Facebook seringkali mengubah & memperbarui algoritmanya sehingga terkadang menurunkan visibilitas konten bisnis secara organik. Apalagi dengan makin banyaknya pesaing iklan di Facebook, kompetisi pasarnya makin ketat. Tapi hal ini wajar adanya mengingat raksasa platform satu ini.

B. Google Ads

Google Ads menjadi alternatif populer untuk beriklan digital karena memiliki keunggulan utama mampu melakukan targeting iklan berdasarkan kata kunci yang dicari oleh pengguna Google. Jadi ketika seseorang mencari suatu keywords, maka iklan produk/jasa terkait bisa muncul di halaman hasil penelusuran Google untuk menangkap calon pembeli yang potensial.

Dengan memanfaatkan data penggunaan mesin pencari Google yang sangat besar dan luas, iklan dapat dioptimasi tepat sasaran ke target konsumen yang paling relevan dan berpeluang tinggi untuk mengonversi menjadi penjualan, dengan biaya iklan yang efisien tentunya.

Selain itu Google Ads didukung juga analitik data konsumen yang lengkap untuk memantau performa dan efektivitas kampanye iklan, mulai dari jumlah impresi, klik, konversi, ROI, serta dilengkapi fitur optimasi otomatis lainnya agar periklan terus meningkatkan lead/penjualan.

Kendati demikian, karena Google Ads sangat diminati, tingkat kompetisi iklan di platform ini juga sangat tinggi. Belum lagi harus menghadapi fluktuasi harga per klik iklan yang terkadang mahal akibat sistem lelang. Tapi keunggulannya masih jauh lebih besar dibanding kelemahannya,

C. Instagram Marketing

Instagram kini bertransformasi dari platform berbagi foto menjadi salah satu mesin pemasaran digital paling efektif untuk menargetkan audiens generasi milenial. Hal ini karena lebih 60% pengguna Instagram berusia 18-34 tahun yang notabene adalah segmen konsumen online paling aktif.

Dengan mengandalkan konten visual menarik berupa foto dan video, iklan di Instagram sangat efektif untuk aktivasi merek produk lifestyle seperti fesyen, kecantikan, travelling, hingga kuliner. Tingkat engagement dan konversi iklan di Instagram bisa sangat tinggi karena penggunanya cenderung lebih aktif dan terbuka terhadap discover produk atau jasa baru di platform ini.

Adapun keterbatasan Instagram ads adalah belum menyediakan data analitik audiens sedetail halnya Facebook Ads. Selain itu, untuk beberapa kategori merek formal yang terlalu korporat atau serius, mungkin Instagram kurang pas sasarannya karena DNA platform ini lebih ke gaya hidup. Tapi untuk sebagian besar bisnis modern, Instagram tetap menjadi ladang emas berpromosi dan beriklan digital dengan karakteristik pemirsa milenial-zentennial paling ideal.

Berikut perluasan beberapa paragraf untuk outline tersebut:

3. Sesuaikan dengan Jenis Konten yang Dimiliki

Setelah menentukan tujuan dan target audiens, langkah selanjutnya adalah menganalisis jenis konten unggulan apa yang dimiliki bisnis Anda. Apakah lebih fokus visual berupa foto dan video ataukah konten berbasis teks dan artikel panjang?

Pemilihan platform digital marketing harus disesuaikan dengan jenis konten ini agar bisa maksimal efektivitas kampanye pemasarannya.

A. Konten Visual

Jika bisnis Anda lebih mengandalkan konten visual seperti foto produk, katalog, video demo, vlog, dan sejenisnya, maka platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube, dan lainnya akan sangat ideal untuk dijadikan pilar pemasaran utama.

Platform-platform tersebut sangat mendukung konten visual dengan fitur posting gambar, live video, Instagram/Facebook Stories, Instagram Reels, Youtube Channel, dan masih banyak fitur menarik lainnya.

Dengan begitu, ceruk pasar bisnis Anda akan sangat terlayani dengan optimum di channel-channel berbasis visual ini.

B. Konten Tulisan

Sebaliknya, jika produk atau layanan bisnis Anda lebih membutuhkan alur pemaparan melalui konten tulisan panjang berupa artikel, penjelasan detil fitur, ulasan produk, panduan penggunaan, dan sejenisnya, maka bisnis Anda akan lebih cocok mengandalkan platform konten teks.

Beberapa contoh platform konten teks yang bisa dimanfaatkan antara lain website resmi perusahaan, blog bisnis, forum online terkait, maupun marketplace yang memungkinkan membuat deskripsi produk yang lebih detail.

4. Pertimbangkan Anggaran dan Biaya

Setelah menentukan platform digital marketing yang akan digunakan, langkah berikutnya adalah menganggarkan sejumlah dana khusus yang akan diinvestasikan untuk beriklan di platform terpilih tersebut. Anggaran biaya ini penting untuk dipertimbangkan matang-matang agar investasi iklan digital bisa memberikan ROI (return on investment) positif, bukannya malah merugi.

A. Model Biaya

Anda perlu memperkirakan besaran biaya iklan per klik (CPC) atau per tampilan (CPM) di platform yang digunakan. Semisal berapa rata-rata harga per klik iklan di Facebook Ads dan Google Ads untuk industri sejenis produk Anda. Atau biaya per seribu kali tampil di Instagram dan Youtube.

Informasi CPC dan CPM rata-rata bisa diperoleh dari website resmi platform advertising atau bertanya kepada penyedia jasa iklan. Dengan basis data biaya per klik dan tampilan, Anda bisa memproyeksikan total anggaran iklan untuk periode waktu tertentu misalnya Rp 5 juta per bulan.

Selanjutnya, hitung estimasi tingkat konversi berdasarkan rata-rata industri untuk menentukan perkiraan ROI atau tingkat pengembalian modal iklan. Misalnya dari 100 klik bisa dapat 3 lead yang 1 lead bisa konversi jadi pelanggan. Dengan demikian bisa diproyeksi profitabilitas biaya iklan untuk mengetahui apakah hasilnya memang akan menguntungkan atau tidak secara finansial.

B. Anggaran Kampanye

Atur besaran anggaran untuk beriklan di platform digital secukupnya sesuai kapasitas keuangan bisnis Anda saat ini, bisa harian, mingguan atau bulanan.

Bagi bisnis baru, sebaiknya jangan langsung pasang target anggaran besar dulu, tetapi bertahap naik sedikit demi sedikit setiap periodenya. Misal dimulai 100 ribu per hari, lalu naik menjadi 300 ribu per hari, dan seterusnya setelah melihat hasil konversi yang bagus.

Hal ini penting agar anggaran iklan tidak overbudget di awal, ketika ROI dari platform mana yang paling optimal juga masih belum kita pahami. Lebih baik pertama uji coba mulai dari budget yang kecil, lalu tingkatkan berkala setelah yakin ROI-nya menguntungkan secara finansial.

Jadi pertimbangkan matang-matang jumlah anggaran biaya kampanye digital agar investasi iklan memberikan pengembalian laba/profit, bukannya malah merugi besar. Evaluasi rutin juga tetap diperlukan guna penyempurnaan.

5. Evaluasi Analitik dan Pengukuran Kinerja

Setelah menjalankan kampanye pemasaran di platform digital, penting untuk memantau dan mengevaluasi kinerjanya apakah sudah optimal atau perlu improvement.

A. Alat Analitik Platform

Setiap platform memiliki sistem analitik yang agak berbeda dalam mengukur performa kampanye iklan seperti jumlah impressions, clicks, CTR, konversi, dan metrik penting lainnya yang perlu dipahami dan pelajari lebih dalam.

B. Menentukan KPI yang Tepat

Tentukan Key Performance Indicators atau KPI apa yang akan dijadikan acuan keberhasilan kampanye berdasarkan tujuan utama bisnis. Apakah berfokus pada jumlah traffic, leads, pendapatan, atau aset pelanggan baru.

Dengan penerapan indikator kinerja utama tersebut, bisnis Anda dapat terus mengoptimalkan strategi pemasaran yang diterapkan saat ini guna pencapaian target yang maksimal. Review dan update secara rutin sangat dianjurkan.

6. Integrasi Platform Secara Terpadu

Strategi terbaik dalam pemasaran digital sebenarnya adalah dengan mengintegrasikan berbagai platform secara terpadu, bukan fokus hanya pada satu platform saja. Hal ini dilakukan agar bisa saling melengkapi kekuatan masing-masing platform.

A. Keuntungan Integrasi

Setiap platform digital marketing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Dengan menggabungkan beberapa platform, maka kelemahan satu platform bisa ditutupi kekuatan platform lainnya.

Selain itu, integrasi multiplatform juga memungkinkan pesan pemasaran yang konsisten dan saling memperkuat satu sama lain di setiap saluran.

B. Alat Manajemen Terpadu

Untuk memudahkan pengelolaan konten pemasaran di beragam platform digital secara terintegrasi, bisnis dapat memanfaatkan layanan khusus alat manajemen sosial media.

Beberapa contoh populer alat manajemen multi platform antara lain Hootsuite, Sprout Social, dan Buffer. Ketiga software ini menyediakan dashboard tunggal tempat Anda bisa terkoneksi, menjadwalkan, hingga memonitor konten di seluruh saluran sosial media termasuk Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, Youtube dalam satu tempat.

Dengan menggunakan alat manajemen terpadu berbasis cloud ini, Anda bisa dengan mudah memublikasikan konten yang konsisten ke semua platform pemasaran, menganalisis performanya, serta mengkordinir tim konten tanpa perlu beralih-alih antar platform. Alat B2B spesifik ini sangat direkomendasikan untuk efisiensi maksimal dalam strategi internet marketing yang menyeluruh.

7. Studi kasus: Keberhasilan Pemilihan Platform

Berikut contoh (perluasan) 2 paragraf kasus studi sukses masing-masing platform Facebook Ads, Google Ads dan Instagram Ads:

Facebook Ads

Facebook sebagai juara dunia digital marketing tentu memiliki puluhan ribu kisah sukses pengguna platform ads-nya.

Salah satu contoh menarik adalah Gerber yang menggunakan Facebook untuk menargetkan calon orang tua baru dengan iklan populer produk makanan bayi mereka. Dengan data spesifik keinginan, demografi, lokasi dan minat dari Facebook, Gerber sukses menjangkau calon orang tua dengan sangat relevan dan tepat sasaran. Iklan Gerber di Facebook sangat efektif meningkatkan awareness merek dan mendorong konversi venta.

Google Ads merupakan raja mesin pemasaran berbasis pencarian dengan puluhan ribu influencer mengandalkan platform ini dalam strategi pemasaran mereka.

Salah satu kisahnya adalah Brian Dean, CEO reputasi Backlinko, yang sukses menarik ratusan ribu visitor dan member ke blog pemasaran daringnya, cuma dari Google Ads. Dengan kata kunci ideal seputar tutorial SEO dan kepemilikan konten berkualitas, akses artikel Brian teramplifikasi secara masif lantaran targeting Google Ads sangat tepat sasaran ke para pencari informasi terkait topik tersebut.

Instagram Marketing

Melekoni (malekoni.com) adalah merek fesyen muslim tanah air yang sangat efektif dan maksimal memanfaatkan platform Instagram Ads untuk menjangkau target konsumennya.

Dengan visual katalog produk berupa foto-foto cantik, Melekoni memikat follower terutama kaum muslimah melalui akun dan kampanye iklan Instagram-nya yang artistik. Tingkat konversi penjualan online Melekoni sangatlah tinggi dari platform ini mengingat Instagram merupakan basis aktivitas sehari-hari mayoritas kalangan wanita muda.

Jadi Instagram merupakan sarana promosi online paling efektif bagi industri modest fashion seperti Melekoni untuk meningkatkan brand awareness dan mengakselerasi pertumbuhan penjualan produk fesyen muslimnya.

9. Langkah-Langkah Implementasi

Setelah menganalisis dan memutuskan platform internet marketing terpilih, saatnya memasuki tahap eksekusi dengan mengimplementasikan berbagai kampanye pemasaran di platform tersebut.

A. Mengenal Dasar Penggunaan Platform

Pada tahap awal, pelajari tutorial dasar cara menggunakan fitur-fitur esensial platform seperti membuat akun bisnis, mengelola profil/halaman, membuat posting/iklan, dan insight analitik dasar platform. Kuasai fundamentals terlebih dahulu.

B. Mengoptimalkan Kampanye

Setelah paham cara kerja platform secara basic, saatnya mulai aktif beriklan dan membuat konten secara rutin. Optimalkan kampanye dengan memanfaatkan berbagai fitur lanjutan platform seperti segmentasi audience, target lokasi, custom audience, dll guna maksimalkan outreach dan konversi iklan.

Pantau secara berkala analitik dan metric kampanye, lakukan improvement berkelanjutan terhadap konten dan strategi pemasaran agar performance terus meningkat.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai panduan memilih platform internet marketing yang optimal untuk perusahaan Anda. Setiap platform tentu memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti tujuan bisnis, target audiens, jenis konten, dan anggaran biaya, Anda dapat menentukan platform mana saja yang paling sesuai dan menjanjikan hasil maksimal.

Penerapan strategi internet marketing tentu memerlukan komitmen dan ketekunan. Kuasai tools analytic platform guna monitoring dan evaluasi rutin performa kampanye agar terus berkembang. Dengan mengintegrasikan beberapa platform utama, bisnis Anda dapat meraih pertumbuhan pesat di era digital. Semoga sukses!